Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner

Pola timbulnya penyakit jantung koroner menarik pada ahli peneliti medis. Di antaranya dari Framingham  Heart Study, USA, suatu institusi yang amat terkenal dalam penyakit kardiovaskuler. Mereka berpendapat bahwa penyakit jantung koroner bukanlah penyakit manusia usia lanjut (manula) atau nasib buruk yang tidak dapat dihindari.

Pola hidup atau tingkah laku seseorang dan keturunan memegang peran penting. Dalam hubungan ini dikenal adanya “Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner”, yaitu kondisi yang berkaitan dengan meningkatnya risiko timbulnya penyakit jantung koroner.

Menurut AHA dan NCEP, faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner adalah :

a. Faktor risiko lipida, yaitu kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Karena pentingnya sifat-sifat subtansi ini dalam mendorong timbulnya plak di arteri koroner, dia disebut faktor risiko utama atau fundamental.

b. Faktor risiko non-lipida yang terdiri dari hipertensi, diabetes mellitus, merokok, stress, kegemukan atau kurang aktivitas.

c. Faktor risiko alami, terdiri dari keturunan, jenis kelamin dan usia.

Faktor-faktor risiko sering berkaitan satu dengan yang lain atau kombinasi, misalnya diabetes mellitus dengan kegemukan. Dalam hal ini, tentu saja bobot risiko akan meningkat dan sifatnya tidak linier, tapi berganda artinya jauh lebih besar bila dibandingkan dengan jumlah bobot masing-masing. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa ada kalanya faktor risiko yang satu mendorong timbulya faktor risiko yang lain. Misalnya, merokok menyebabkan kadar kolesterol yang tidak normal.

Posted in Cara Mengobati Penyakit Jantung | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Jenis Diet Sehat Untuk Penyakit Jantung

Penyakit jantung terjadi akibat proses berkelanjutan, di mana janutng secara berangsur kehilangan kemampuannya untuk melakukan fungsi secara normal. Pada awal penyakit, jantung mampu mengkompensasi ketidakefisiensian fungsinya dan mempertahankan sirkulasi darah normal melalui pembesaran dan peningkatana denyut nadi ( Compensed heart Disease).

Beberapa dokter mungkin menyarankan untuk melakukan program diet sehat untuk penderita penyakit jantung, terutama bagi mereka yang memiliki risiko pada berat tubuh yang tidak ideal atau kegemukan. penyakkit jantung selalu dikaitkan dengan seseorang yang memiliki bentuk tubuh yang gemuk atau obesitas.

Berikut ini ada beberapa jenis diet dan indikasi pemberian

1. Diet jantung I

Diet jantung I diberikan kepada pasien penyakit jantung akut seperti Myocard Infarct (MCI) atau Dekompensasio Kordis berat. Diet diberikan berupa 1-1,5 liter cairan/hari selama 1-2 hari pertama bila pasien dapat menerimanya. Diet ini sangat rendah energi dan semua zat gizi, sehingga sebaiknya hanya diberikan selama 1-3 hari.

2. Diet jantung II

Diet jantung II diberikan dalam bentuk makanan saring atau lunak. Diet diberikan sebagai perpindahan dari diet jantung I atau setelah fase akut dapat diatasi. Jika disertai hipertensi dan/atau edema diberikan sebagai diet jantung II Garam Rendah. Diet ini rendah energi, protein, kalisum dan tiamin.

3. Diet jantung III

Diet jantung III diberikan dalam bentuk Makanan Lunak atau biasa. Diet diberikan sebagai perpindahan dari diet jantung II atau kepada pasien jantung dengan kondisi yang tidak terlalu berat. Jika disertai hipertensi dan/atau edema, diberikan sebagai diet jantung III Garam Rendah. Diet ini rendah energi dan kalsium, tetapi cukup zat gizi lain.

4. Diet jantung IV

Diet jantung IV diberikan dalam bentuk Makanan Biasa. Diet diberikan sebagai perpindahan dari Diet jantung III atau kepada pasien jantung dengan keadaaan ringan. Jika disertai hipertensi dan/atau eema, diberikan sebagai Diet jantung IV Garam Rendah. Diet ini cukup energi dan zat gizi lain, kecuali kalsium.

Posted in Cara Mengobati Penyakit Jantung | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Diagnosis Penyakit Jantung

Dunia pengobatan secara medis semakin berkembang, umumnya penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit jantung ini dilalui dengan cara operasi cangkok jantung atau pelebaran pembuluh darah. Cara ini banyak dilakukan oleh sebagian besar penderita jantung atau dengan cara mengikuti berbagai terapi pengobatan yang disarankan oleh dokter ahli.

Namun sebelumnya menentukan cara pengobatan terbaik untuk beberapa pasien dengan penyakit jantung, perlu dilakukan beberapa tes diagnostik yang melibatkan beberapa cara, diantaranya adalah :

1. Elektrokardiogram (EKG)

Elektrokardiogram mencatat sinyal listrik ketika mereka bergerak melalui jantung Anda. EKG sering mengungkapkan bukti dari serangan jantung sebelumnya atau dalam perkembangan. Dengan EKG jenis ini, Anda memakai monitor portabel selama 24 jam saat Anda menjalani aktivitas normal. Kelainan tertentu mungkin menunjukkan aliran darah tidak memadai untuk jantung Anda. Dengan pemeriksaan ECG dapat diketahui kemungkinan adanya kelainan pada jantung Anda dengan tingkat ketepatan 40%. Kemudian bila dianggap perlu Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Treadmill Echokardiografi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut kemungkinan Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tersebut kemungkinan Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Arteriografi Koroner (Kateterisasi) yang mempunyai tingkat ketepatan paling tinggi (99-100%) untuk memastikan apakah Anda mempunyai penyakit jantung koroner.

2. Echocardiogram

Ekokardiogram menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar jantung Anda. Selama ekokradiogram. Dokter Anda dapat memilih dari berbagai obat, termasuk statin, niasin, asam empedu fibrates dan sequestrants.

3. Aspirin

Dokter Anda mungkin menyarankan meminum aspirin harian atau pengencer darah lainnya. Hal ini dapat mengurangi kecenderungan darah untuk membeku yang dapat membantu mencegah penyumbatan arteri koroner Anda. Jika Anda pernah mengalami serangan jantung, aspirin dapat membantu mencegah serangan di masa depan. Ada beberapa kasus di mana aspirin tidak sesuai, seperti jika Anda memiliki kelainan pendarahan di mana Anda sudah menggunakan pengencer darah lain. Jadi, tanyalah dokter Anda sebelum memulai minum aspirin.

4. Beta karoten

Obat-obatan ini memperlambat denyut jantung dan menurunkan tekanan darah yang menurunkan permintaan oksigen jantung Anda. Jika Anda pernah mengalami serangan jantung, beta blocker mengurangi risiko serangan di masa depan.

5. Nitrogliserin

Nitrogliserin tablet, semportan dan koyo dapat mengontrol nyeri dada dengan membuka arteri koroner Anda dan mengurangi permintaan jantung Anda untuk darah.

6. Penghambat angiotensin-converting enzyme (ACE)

Obat-obatan ini menurunkan tekanan darah dan dapat membantu mencegah perkembangan penyakit arteri koroner. Jika Anda pernah mengalami serangan jantung, ACE inhibbitor mengurangi risiko serangan di masa depan.

7. Calcium channel blocker

Obat-obat ini melemaskan otot-otot yang mengelilingi arteri koroner Anda dan menyebabkan pembuluh terbuka, meningkatkan aliran darah ke jantung Anda. Mereka juga mengendalikan tekanan darah tinggi.

Posted in Cara Mengobati Penyakit Jantung | Tagged , , , , , , , | Leave a comment